Tanggal 12 Maret 2010 Unnes
mendeklarasikan diri menjadi Universitas Konservasi. Sebagai Universitas
Konservasi, Unnes bertekad untuk menerapkan prinsip-prinsip
perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari terhadap sumber
daya alam dan seni budaya, serta berwawasan ramah lingkungan dalam
pelaksanaan Tri Dharma
Perguruan Tinggi. Untuk mengawal kebijakan tersebut, dibentuk tim
konservasi pada tahun 2009. Tim Konservasi bertugas menyusun rancangan
dan blue print untuk mempersiapkan Unnes sebagai Universitas
Konservasi. Keberadaan tim konservasi memiliki nilai penting karena
Unnes memerlukan perancangan, pelaksanaan, dan pemantauan secara
tersistematissi dalam hal pengembangan konservasi, baik fisik maupun
nonfisik.
Saatnya kita bergerak untuk bumi kita, hal kecil yang terus berlanjut tentu lebih baik untuk alam semesta
Tampilkan postingan dengan label Badan Konservasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badan Konservasi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Februari 2014
Rabu, 12 Februari 2014
VISI - MISI - FUNGSI BADAN KONSERVASI UNNES
VISI BADAN PENGEMBANG KONSERVASI
“Menjadi Badan yang mengembangkan
tatakelola kampus berbasis konservasi”
MISI BADAN PENGEMBANG KONSERVASI
- Melaksanakan pendidikan dan pendampingan bagi civitas akademika untuk mewujudkan visi Universitas Konservasi yang berbudaya
- Mengembangkan penelitian berbasis konservasi di Universitas Negeri Semarang
- Melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya pemecahan permasalahan lingkingan pada tingkat lokal dan global
- Melakukan kerjasama dengan berbagai institusi dalam pengembangan program-program berbasis konservasi
FUNGSI
- Merancang dan merumuskan standar pelaksanaan kegiatan konservasi sumber daya alam, sosial, seni dan budaya di Universitas Negeri Semarang
- Melaksanakan kegiatan penelitian, pendidikan dan pengabdian dalam bidang konservasi di Universitas Negeri Semarang
- Melakukan pembinaan dan pemberdayaan civitas akademika sebagai insan yang peduli terhadap pelestarian lingkungan, seni dan budaya
- Melakukan pemantauan aktivitas konservasi, pelestarian lingkungan fisik maupun sosial yang dilakukan di Universitas Negeri Semarang
- Menjalin kerjasama dengan berbagai instansi/lembaga terkait konservasi dan pelestarian lingkungan
- Melakukan sosialisasi dan publikasi program, dan aktivitas konservasi di Universitas Negeri Semarang
Jumat, 20 Desember 2013
BADAN KONSERVASI
Badan Pengembang Konservasi
UNNES mempunya 7 pilar konservasi yang terdiri dari :
1. Arsitektur Hijau dan
Transportasi Internal
2. Biodiversitas
3. Energi Bersih
4. Seni Budaya
5. Kaderisasi Konservasi
6. Kebijakan Nir Kertas
7. Pengolahan Limbah
Program
ini melputi daur ulang kertas, plastik, logam/kaleng, pengolahan limbah
laboratorium, dan pengolahan bunga/daun kering. Sejak tahun 2009 telah
dilakukan pemisahan tempat sampah antara sampah organik dan sampah anorganik di
setiap gedung Unnes.
Program
kelanjutan dari pemisahan sampah ini adalah adanya pengelolaan yang
berkelanjutan sesuai dengan jenis sampah tersebut, sampah organik dikelola
menjadi pupuk kompos, sedangkan untuk sampah anorganik dilakukan pemilahan
untuk dilakukan daur ulang atau dikirim ke TPA.
Selain
untuk menjaga kelestarian lingkungan diperlukan pula pengelolaan lingkungan
meliputi pengelolaan sampah, daur ulang sampah organik menjadi kompos dan
perencanaan Unit Pengelolaan Limbah Laboratorium Kimia dan Biologi.
Dalam
pengolahan kompos ini warga sekitar lingkungan kampus juga dilibatkan agar
terciptanya lapangan pekerjaan bagi warga sekitar guna mendukung budaya
konservasi. Pengembangan pengolahan kompos ini dilakukan bertahap seiring
peningkatan produksi pupuk kompos yang diproduksi.
Program
ini merupakan upaya peningkatan kader konservasi baik di lingkungan UNNES
maupun masyarakat sekitar UNNES. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah
penjaringan kader, pelatihan kader melalui pendidikan konservasi, sosialisasi,
dan memperluas kerjasamadengan pihak terkait dengan kegiatan konservasi dan
lingkungan hidup.
Bersamaan
dengan upaya konservasi secara ekologis, penguatan pada aspek sikap dan
perilaku segenap warga universitas serta lingkungan disekitarnya yang
mencerminkan nilai konservasi menjadi program konservasi di budang budaya.
Implementasinya
lewat sosialisasi dan pembudayaansikap hidup ramah lingkungan, semangat menanam
sekaligus merawatnya, mengutamakan nir kertas, efisien energi sekaligur
pengembangan energi ramah lingkungan yang semua bermuara pada perlindungan dan
penguatan.
Langganan:
Postingan (Atom)